BELUM DIKARUNAI MOMONGAN

BELUM DIKARUNAI MOMONGAN

Tanya:                  

Pernikahan saya dan suami sudah berjalan menuju 14 tahun pernikahan. Sampai saat ini saya dan suami belum di karuniai momongan. Selain itu suami sepertinya tdk mau/kurang berusaha utk memiliki keturunan. Baik berobat secara medis/non medis maupun adopsi anak.

Dalam pernikahan ini,yg menurut saya adalah hubungan toxic dimana suami saya dari awal pernikahan sudah mendua hatiny dengan mntan kekasihnya. Dan Alhamdulillah masalah tsb sdh clear di thn 2017 dibantu dengan suami mantan kekasih tsb.

Di tahun 2020 terjadi kembali masalah yg saya anggap sangat berat. Suami saya berhubungan dengan seorang therapis spa pria,di mana status wanita tsb masih istri org yg msih bertetangga dengan orangtua saya. Dan suami sy yg mengurus perceraian mereka,krn mereka adh hidup bersama. Dan suami saya sudah menjatuhkn talak 1 pd saya. Dengan seizin Allah,selang 4 hr kemudian suami mencabut talaknya,meninggalkan wanita tsb dan meminta maaf kpd saya. Saya pun  mau kembali dengan suami saya. Tapi masalahnya sekarang,bagaimana saya bisa berdamai dengan hati saya,dan berpikiran positif terhadap suami saya.

Saya jg tdk mau bercerai,krn saya pun produk perceraian orang tua saya.. Mohon bantuan dan pencerahannya Ustazahnya 🙏🙏

(S, Medan)

Jawab:

Tidak ada manusia yang tidak pernah khilaf mbak. Bagus suami mau minta maaf dan kembali. Minta saja sama Allah agar senantiasa ditenangkan, dijauhkan dari prasangka buruk. Yang dibutuhkan hanya KESADARAN. Setiap muncul negatif thinking, langsung sadarlah, “Wah, saya negatif terus sama suami, stop!”

Perbaiki komunikasi, sering2 ngobrol yang ringan2 dan candaan sama suami, biar hubungan kian dekat. Baru nanti enak ngobrolin sol promil. Bersyukur masih punya suami yang baik, walaupun tentu tetap banyak kekurangannya, sama seperti kita juga banyak kekurangan.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *